syakban
Sabtu, 01 Agustus 2020
Na bungong..
Seulanga Keumang.. Saboh bak tangke..
Meu bhe harom hai sayang.. didalam taman
Tatem be tatem sibu.. Bungong ngak luhu
Tatem be tatem sibu.. Bungong ngak luhu
Oh kalayee tho krang..
seulanga nyan.. gadoh mangat bhe..
Oh kalayee tho krang..
seulanga nyan.. gadoh mangat bhe..
Wahe bungong ceudah hana ban
Tamse nyak dara nyang canden rupa
Diteuka bana dijak peu ayang
uroe ngon malam bungong didoda
Sayang-sayang leupah that sayang
Oh troh bak watee bungong pih mala
Ka habeeh duroh bak tangke leukang
Keubit that sayang naseb Seulanga
Wahe bungong ceudah hana ban
Tamse nyak dara nyang canden rupa
Diteuka bana dijak peu ayang
Uroe ngon malam bungong didoda
sayang-sayang leupah that sayang
Oh troh bak watee bungong pih mala
Ka habeeh duroh bak tangke leukang
Keubit that sayang naseb seulanga
Ka habeh duroh bak tangke leukang
Keubit that sayang...
naseb.. seulanga...
Lirik bungong seulanga
Bungong seulanga..seulanga keumang cot uroe…
Haroum bee bungong oh ado cukop that mesra…
Didalam cinta seulanga malam ngen uroe oh sayang…
Dua geutanyo seulanga tak meuduk dua….
ya..aaaa seulanga bungong seulanga….
ya..aaaa seulanga bungong seulanga….
Udep beusare seulanga mate beusigo…
Dua geutanyo hai ado beu meubahgia…
Mudah raseuki Tuhan bri..malam ngen uroe o sayang..
Raseuki tanyo beu e’k seujahtera….
Cukop that haroum seulanga di Nanggroe Aceh…
Bungong teulebeh seulanga indah that rupa…
Bah pih lam ranto dilon nyoe lon wo u aceh oh sayang…
Beu ek teujabe Seulanga haba teuh dua
Lafat sembahyang mayit
Kisah thalut dan Jalut Al Baqarah 246- 251
تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ مِن بَعْدِ مُوسَىٰ إِذْ قَالُوا
لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ
هَلْ عَسَيْتُمْ إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا قَالُوا
وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن
دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا
إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ [٢:٢٤٦]
Bani Israil sesudah nabi Musa, yaitu ketika mereka Berkata kepada seorang nabi
mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah
pimpinannya) di jalan Allah”. nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali
jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang”. mereka
menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal
Sesungguhnya kami Telah diusir dari anak-anak kami?”
Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali
beberapa saja di antara mereka. dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang
yang zalim.
لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ
عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ
الْمَالِ
قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ
وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [٢:٢٤٧]
mereka: “Sesungguhnya Allah Telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.”
mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih
berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi
kekayaan yang cukup banyak?” nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya
Allah Telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang
perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَن يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ
سَكِينَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَىٰ وَآلُ هَارُونَ
تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَّكُمْ إِن
كُنتُم مُّؤْمِنِينَ [٢:٢٤٨]
Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan
menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan
dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa
malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu
orang yang beriman.
فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن
شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا
مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا
مِّنْهُمْ
فَلَمَّا
جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ
بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم
مُّلَاقُو اللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ
اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ [٢:٢٤٩]
tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu
sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan
barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, Maka dia adalah
pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara
mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia Telah
menyeberangi sungai itu, orang-orang yang Telah minum berkata: “Tak ada
kesanggupan kami pada hari Ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” orang-orang
yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak
terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan
izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا
وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ [٢:٢٥٠]
Tatkala Jalut dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan
tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami,
dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang
kafir.”
بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ
وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم
بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى
الْعَالَمِينَ [٢:٢٥١]
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam
peperangan itu) Daud membunuh Jalut, Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud)
pemerintahan dan hikmah
(sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang
dikehendaki-Nya. seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat
manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah
mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.
أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ
“Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan
pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup
banyak?
mereka hanya menjawab:
وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ
Sesungguhnya Allah Telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan
tubuh yang perkasa.
كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ] ٢:٢٤٦]
berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. dan Allah Maha mengetahui siapa
orang-orang yang zalim
Doa
terdapat suatu hikmah bahwa dianjurkan berdoa ketika dalam menghadapi musibah
hal ini terlihat dalam surat al-Baqarah ayat 251 yang berbunyi:
بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا
وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ [٢:٢٥٠]
Tatkala Jalut dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan
tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami,
dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang
kafir.”
Lirik lagu Ujung Aspal Pondok Gede
Di kamar ini aku dilahirkan
Di balai bambu buah tangan bapakku
Di rumah ini aku dibesarkan
Dibelai mesra lentik jari ibu
Nama dusunku ujung aspal pondok gede
Rimbun dan anggun ramah senyum penghuni dusun
Kambing sembilan motor tiga bapak punya
Ladang yang luas habis sudah sebagai gantinya
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi
Di depan masjid samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain mengisi cerahnya hari
Namun sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
Satu persatu sahabat pergi dan tak akan pernah kembali